STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN USAHA DOUBLELICIOUS di PALMA MALL PALANGKARAYA
Abstract
Doublelicious adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri makanan ringan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan pengembangan usaha Doublelicious dalam membuka usahanya di Palma Mall Palangkaraya. Penelitian kelayakan pengembangan usaha ini diukur berdasarkan lima aspek studi kelayakan bisnis yaitu; aspek hukum, aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis, aspek manajemen sumber daya manusia dan aspek keuangan. Berdasarkan hasil penelitian, dari segi aspek hukum perusahaan memiliki kelengkapan yang dibutuhkan untuk membuka usaha di Palma Mall Palangkaraya serta mampu memenuhi persyaratan yang ada untuk membuat PIRT repacking.Pada aspek pasar dan pemasaran peneliti melakukan pengkajian pada SWOT, STP dan Bauran Pemasaran Ritel. Hasil aspek pasar dan pemasaran menunjukkan bahwa perusahaan mampu memposisikan dirinya terhadap pasar yang dituju sesuai dengan analisis SWOT, mampu menetapkan STP perusahaan sesuai dengan pasar yang dituju serta menentukan strategi pemasaran berdasarkan Bauran Pemasaran Ritel. Pada aspek teknis, perusahaan mampu menetapkan SOP sebagai pedoman kerja bagi tenaga kerja serta mampu memenuhi peralatan yang dibutuhkan dalam operasional perusahaan. Pada aspek manajemen sumber daya manusia, hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan mampu menetapkan standarisasi yang perlu dipenuhi dalam rekrutmen tenaga kerja. Pada aspek keuangan, peneliti menggunakan analisis berdasarkan tiga skenario yakni moderat, terbaik dan terburuk. Penilaian analisis skenario diukur berdasarkan analisa kelayakan investasi yaitu PP, NPV, PI dan IRR. Hasil analisa menunjukan bahwa pada skenario moderat PP senilai 11 bulan 27 hari, NPV senilai Rp 220.438.585,-, PI senilai 3 dan IRR senilai 107%, pada skenario terbaik PP senilai 8 bulan 28 hari, NPV senilai Rp 310.649.322,-, PI senilai 4 dan IRR senilai 144%, sedangkan pada skenario terburuk PP senilai 1 tahun 5 bulan 17 hari, NPV senilai Rp 130.227.851,-, PI senilai 2 dan IRR senilai 68%. Hasil analisa keuangan menunjukan pada segala skenario, perusahaan telah memenuhi kriteria kelayakan yang telah ditetapkan.

