Perancangan Animasi "Cutscene" dan Media Promosinya untuk Game Lanjalan
Abstract
Game Lanjalan merupakan media interaktif pembelajaran legenda cerita rakyat yang ditujukan untuk anak-anak umur 8-12 tahun. Lanjalan pertama kali dibangun oleh 4 orang anggota pada akhir tahun 2020. Game Lanjalan sejauh ini masih berada di tahap pengembangan prototype game. Setelah dilakukannya evaluasi terhadap game ini, banyak audiens yang melihat bahwa Game Lanjalan memerlukan suatu penyampaian cerita yang memperjelas kisah di dalam game agar dapat menarik perhatian anak anak untuk memainkan game tersebut. Disisi lain Game Lanjalan juga belum memiliki media promosi yang mempromosikan game Lanjalan kepada target market yang dituju. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan “cutscene” animasi yang dapat memperjelas kisah pada Game Lanjalan, dan media promosi dalam bentuk animasi untuk Game Lanjalan. Metode penelitian yang digunakan dalam perancangan ini merupakan metode studi literatur dan penelitian kualitatif. Studi literatur dilakukan dengan mencari data dari 5 buku dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, dan 10 artikel dari jurnal nasional dan internasional dalam kurun waktu 5 tahun terakhir yang membahas mengenai animasi ‘cutscene’ game serta media promosinya. Metode penelitian kualitatif dilakukan dengan metode wawancara dan FGD yang dilakukan terhadap responden, yaitu anak umur 8-12 tahun yang kurang suka membaca buku, tetapi suka bermain game dan sering menonton youtube. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa animasi ‘cutscene’ yang dapat menarik anak-anak dalam game memerlukan visualisasi karakter yang lucu dan ekspresif. Untuk tone warna, anak-anak lebih menyukai tone warna yang cerah. Penggunaan narasi yang jelas juga diperlukan untuk membantu anak-anak memahami cerita. Untuk media promosi, didapatkan hasil jika youtube merupakan media yang sering ditonton oleh anak anak umur 8-12 tahun. Dari data tersebut dapat disimpulkan jika youtube adalah media yang tepat untuk mempromosikan Game Lanjalan.

