Perancangan Komik Insomdio yang Menceritakan Kehidupan Desainer sebagai Sarana Hiburan Informatif kepada Masyarakat
Abstract
Desainer adalah salah satu profesi masih dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat di Indonesia. Hal ini terjadi akibat ketidakpahaman terhadap kinerja desainer dan asumsi yang salah tentang profesi desainer masih beredar di tengah masyarakat, sehingga diperlukan media komunikasi untuk menyampaikan informasi tentang kehidupan desainer. Melalui penelitian terdahulu, diketahui bahwa komik telah digunakan sebagai media penyampai informasi, bahkan sebagai media periklanan dan promosi sejak lama. Maka dari itu, dibuat solusi desain untuk mengatasi permasalahan tersebut berupa perancangan komik berjudul Insomdio untuk menceritakan tentang kehidupan dan tantangan yang dihadapi para desainer. Tujuan dari perancangan adalah untuk menghibur sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai kehidupan desainer. Metode penelitian yang digunakan berupa studi literatur, berbagai tahapan uji coba, dan metode gabungan. Metode kualitatif dilakukan dengan focus group discussion serta wawancara terhadap expert user dan extreme user dengan tujuan untuk mendapatkan insight para user mengenai karya komik Insomdio, baik dari segi visual maupun konten, serta masukan bagi dibawakan runtut dan utuh. pengembangan Insomdio ke depannya, sedangkan metode kuantitatif dilakukan dengan menyebarkan form survei kepada kalangan usia 18 hingga 25 tahun yang memiliki ketertarikan kepada konten komik dan/atau pekerja kreatif untuk mengetahui ketertarikan responden terhadap karya komik dan pemahaman terhadap pesan pada konten. Perancangan menghasilkan karya berupa komik Insomdio yang menggunakan media sosial Instagram sebagai media publikasi, serta menghasilkan media promosinya. Melalui keseluruhan proses perancangan, komik yang efektif untuk Insomdio adalah saat pesan dalam cerita komik dapat dipahami oleh pembacanya, para pekerja kreatif merasa relate dengan cerita, pembaca dapat memahami fokus cerita yang dibawakan melalui narasi visual, secara visual jelas dan nyaman dilihat serta dapat menarik perhatian audiens untuk membaca konten yang dibawakan, serta cerita yang dibawakan runtut dan utuh.

