Perancangan Komik Web "Dunia dalam Dunia" sebagai Media Hiburan Berbasis Kebudayaan Lokal Indonesia
Abstract
Saat ini banyak remaja di Indonesia yang lebih menyukai budaya barat dan membuat cerita asli Indonesia menjadi kurang digemari. Hal ini dikarenakan pengemasan cerita rakyat yang dianggap kurang menarik dan terkesan membosankan. Dari penulisan yang terlalu banyak teks hingga style gambar yang kurang menarik karena penggunaan style semi-realis. Dari permasalahan tersebut dirancang sebuah komik digitalyang diunggah kedalam web online bernama WEBTOON. Dengan metode penelitian yang digunakan adalah penelitian studi literatur dari buku dalam waktu 10 tahun terakhir dan jurnal internasional maupun nasional dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Metode lain yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan cara mewawancara expert user yang memiliki keahlian dalam Ilustrasi dan merupakan penulis komik WEBTOON. Wawancara lainnya dilakukan kepada pengguna ekstrim yang menyukai komik agar mendapatkan saran yang kredibel. Pembagian survei yang disebarkan kedalam komunitas grup ilustrasi Facebook, komunitas discord dan juga melalui Whatsapp untuk pengumpulan data. Responden pembagian survei ditujukan pada remaja hingga pekerja muda kisaran (18-25 tahun). Survei dan wawancara ini dilakukan untuk mereview komik sudah cocok pada target market dan media promosi yang sesuai. Dari data yang didapat instagram merupakan platform media promosi yang paling sesuai karena lebih menonjolkan foto/media dari penggunanya, sehingga cocok dengan projek komik Dunia dalam Dunia banyak menggunakan ilustrasi. Komik dengan tema cerita rakyat Indonesia ini lebih difokuskan untuk remaja Indonesia khususnya penggemar komik fantasy yang tertarik dengan kebudayaan Indonesia. Tujuan webkomik ini bukan hanya untuk hiburan semata tetapi juga disisipi dengan berbagai kebudayaan Indonesia yang berguna bagi pembaca agar tidak minim pengetahuan tentang cerita lokal.

