Perancangan Strategi Aktivasi Merek BROL! untuk Menciptakan Kesadaran Merek bagi Kelas Umur Remaja Akhir
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan perancangan strategi aktivasi merek seperti apa yang perlu dilakukan Brol! Sebagai merek baru di pasar agar mampu menciptakan kesadaran merek di benak target audiensnya yang termasuk dalam kelas umur remaja akhir atau 17 – 25 tahun melalui suatu aktivasi merek terstruktur dengan menggunakan strategi kreatif dalam mengembangkan promosi penjualan melalui media sosial supaya dapat memanfaatkan konten interaktif dan meningkatkan social media engagement dan menciptakan kesadaran merek di benak audiensnya sehingga senantiasa menjadi top of mind audiens di bandingkan kompetitor di pasar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian campuran yaitu melakukan studi literatur untuk mendapatkan data sekunder serta melakukan wawancara extreme user dengan latar belakang desain, pemasaran, dan branding; serta wawancara expert user dan kuesioner kepada khalayak sasaran dengan latar belakang yang sesuai dengan target audiens Brol yaitu remaja akhir berusia 17 – 25 tahun, serta aktif bersosialisasi di dalam beberapa lingkar pertemanan berbeda guna mendapatkan data primer. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa melakukan sebuah aktivasi merek terstruktur dapat menjadi solusi Brol dalam menciptakan kesadaran merek di benak audiensnya. Sebuah aktivasi merek yang dirancang dengan strategi kreatif akan menciptakan pendekatan yang berkesan namun tetap tepat efektif bagi sasaran audiens. Aktivitas promosi penjualan merupakan salah satu aktivasi yang dapat meningkatkan rekognisi audiens. Dengan menggunakan media promosi seperti sosial media, memungkinkan merek untuk dapat memanfaatkan konten interaktif dalam aktivasinya guna memicu terjadinya interaksi antara audiens dengan merek. Interaksi yang terjadi antara audiens dengan merek akan meningkatkan social media engagement dan meningkatkan kemungkinan terjadinya e-WOM dan turut mempercepat terciptanya kesadaran merek di benak target audiens. Hasil uji coba menyimpulkan bahwa pemilihan elemen visual yang tepat dapat turut mempermudah audiens mengingat dan mengenali suatu merek. Pemilihan gaya bahasa yang tepat juga berperan besar dalam terbentuknya citra merek di benak audiens.

