| dc.description.abstract | Kasus kekerasan seksual dapat terjadi di lingkup pendidikan dan korban seringkali memilih bungkam. Pentingnya penyuaraan akan bahaya kekerasan seksual menginspirasi pelaku industri kreatif untuk menyuarakan pesan melalui salah satu media massa yaitu film. Film hadir sebagai salah satu bentuk media komunikasi massa yang menyuarakan pesan-pesan moral penting tentang kekerasan seksual. Salah satunya contoh karya film tersebut adalah film Penyalin Cahaya (2021). Film ini berkisah mengenai perjuangan seorang mahasiswi bernama Suryani untuk memperoleh keadilan atas kasus kekerasan seksual yang menimpanya dan yang terjadi di lingkup universitas. Bagaimana kekerasan seksual direpresentasikan melalui Film Penyalin Cahaya (2021) menjadi sebuah rumusan masalah yang harus dijawab di akhir penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kekerasan seksual direpresentasikan dalam film Penyalin Cahaya (2021). Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian kuasi-kualitatif. Kumpulan adegan yang mengandung unsur kekerasan seksual akan dianalisis menggunakan teori semiotika Peirce dengan menggunakan metode triangle meaning, yaitu sign, interpretant, dan object. Melalui tanda semiotika dalam film yaitu dialog antar tokoh, ekspresi, gestur, warna, pengambilan gambar, dan pergerakan kamera, peneliti berhasil menemukan beberapa penemuan yang diperkuat dengan landasan teori mengenai kekerasan seksual pada perempuan, film, dan representasi. Mengacu pada rape culture pyramid, representasi kekerasan seksual diwakilkan dalam tiga level, yaitu normalisasi, degradasi, dan penyerangan. Representasi kekerasan seksual dalam level nromalisasi ditunjukkan dalam perilaku seksis, candaan perkosaan, sentuhan non-seksual yang tidak diinginkan, dan menguntit. Dalam level degradasi ditunjukkan dalam pengambilan foto tubuh atau yang memperlihatkan ketelanjangan korban, manipulasi, ancaman, objektifikasi tubuh korban, dan victim blaming. Dalam level penyerangan, ditunjukkan melalui pembiusan korban dan penganiayaan. | en_US |