• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Skripsi, Tesis dan Disertasi
    • Fakultas Ilmu Komunikasi
    • Ilmu Komunikasi
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Skripsi, Tesis dan Disertasi
    • Fakultas Ilmu Komunikasi
    • Ilmu Komunikasi
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    REPRESENTASI KEKERASAN SEKSUAL PADA FILM PENYALIN CAHAYA (2021)

    Thumbnail
    View/Open
    Judul (261.6Kb)
    Halaman Pernyataan Keaslian (294.9Kb)
    Kata Pengantar (292.1Kb)
    Abstrak (246.7Kb)
    Daftar Isi (247.1Kb)
    Daftar Gambar (298.6Kb)
    Daftar Tabel (241.6Kb)
    Daftar Lampiran (239.5Kb)
    Bab 1 (412.5Kb)
    Bab 2 (472.8Kb)
    Bab 3 (342.0Kb)
    Bab 4 (1.327Mb)
    Bab 5 (243.1Kb)
    Daftar Pustaka (381.6Kb)
    Lampiran 1 (1015.Kb)
    Date
    2023-03-06
    Author
    Lukito, Josephine Kurniawan
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kasus kekerasan seksual dapat terjadi di lingkup pendidikan dan korban seringkali memilih bungkam. Pentingnya penyuaraan akan bahaya kekerasan seksual menginspirasi pelaku industri kreatif untuk menyuarakan pesan melalui salah satu media massa yaitu film. Film hadir sebagai salah satu bentuk media komunikasi massa yang menyuarakan pesan-pesan moral penting tentang kekerasan seksual. Salah satunya contoh karya film tersebut adalah film Penyalin Cahaya (2021). Film ini berkisah mengenai perjuangan seorang mahasiswi bernama Suryani untuk memperoleh keadilan atas kasus kekerasan seksual yang menimpanya dan yang terjadi di lingkup universitas. Bagaimana kekerasan seksual direpresentasikan melalui Film Penyalin Cahaya (2021) menjadi sebuah rumusan masalah yang harus dijawab di akhir penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kekerasan seksual direpresentasikan dalam film Penyalin Cahaya (2021). Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian kuasi-kualitatif. Kumpulan adegan yang mengandung unsur kekerasan seksual akan dianalisis menggunakan teori semiotika Peirce dengan menggunakan metode triangle meaning, yaitu sign, interpretant, dan object. Melalui tanda semiotika dalam film yaitu dialog antar tokoh, ekspresi, gestur, warna, pengambilan gambar, dan pergerakan kamera, peneliti berhasil menemukan beberapa penemuan yang diperkuat dengan landasan teori mengenai kekerasan seksual pada perempuan, film, dan representasi. Mengacu pada rape culture pyramid, representasi kekerasan seksual diwakilkan dalam tiga level, yaitu normalisasi, degradasi, dan penyerangan. Representasi kekerasan seksual dalam level nromalisasi ditunjukkan dalam perilaku seksis, candaan perkosaan, sentuhan non-seksual yang tidak diinginkan, dan menguntit. Dalam level degradasi ditunjukkan dalam pengambilan foto tubuh atau yang memperlihatkan ketelanjangan korban, manipulasi, ancaman, objektifikasi tubuh korban, dan victim blaming. Dalam level penyerangan, ditunjukkan melalui pembiusan korban dan penganiayaan.
    URI
    https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/8956
    Collections
    • Ilmu Komunikasi

    Copyright©  2017 - LPPM & Library Of Universitas Ciputra
    »»» UC Town CitraLand, Surabaya - Indonesia 60219 «««
    Powered by : FreeBSD | DSpace | Atmire
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    Login

    Copyright©  2017 - LPPM & Library Of Universitas Ciputra
    »»» UC Town CitraLand, Surabaya - Indonesia 60219 «««
    Powered by : FreeBSD | DSpace | Atmire