REPRESENTASI MASYARAKAT LATIN DALAM FILM ENCANTO (2021)
Abstract
Industri perfilman dipenuhi dengan aktor, cerita dan perspektif orang berkulit putih. Akibatnya adalah adanya ketimpangan antara representasi kulit putih dan POC (people of color). Akan tetapi dalam beberapa tahun dengan munculnya kritik terhadap dunia perfilman menjadi peringatan terkait ketimpangan ras di industri perfilman. Salah satu studio yang turut serta dalam memajukan industri perfilman adalah Disney. Sebagai salah satu studio terbesar yang menargetkan anak-anak dan keluarga, Disney memiliki tanggung jawab untuk mempromosikan keanekaragaman, maka dari itu dalam beberapa tahun terakhir Disney telah memulai untuk menceritakan pengalaman-pengalaman POC dengan bertanggung jawab dan empatis. Film-film animasi seperti “Coco,” “Moana,” dan “Raya and the Last Dragon” menceritakan tentang karakter POC melalui pengalaman hidup POC. Salah satu film POC Disney adalah “Encanto,” yang berlatar belakang di Kolombia dan menceritakan tentang keluarga yang memiliki kekuatan magis. “Encanto” telah memenangkan penghargaan Oscar untuk Film Animasi terbaik, yang menunjukkan bahwa cerita tentang POC juga dapat dinikmati oleh banyak orang. Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengungkap mitos terkait masyarakat Latin yang ditampilkan dalam film Encanto (2021) melalui jenis penelitian kuasi-kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes. Melalui analisis adegan-adegan Encanto, ditemukan bahwa masyarakat Latin merupakan masyarakat kolektivis, dengan nilai-nilai khas yang mengatur hubungan antar individu. Masyarakat Latin juga memiliki peran gender untuk laki-laki dan perempuan. Serta masyarakat Latin mengalami sejarah kekerasan yang menyebabkan adanya trauma antar generasi dan terakhir, adanya penghapusan budaya masyarakat asli Amerika Selatan di masa penajajhan Spanyol

