Pengaruh Organizational Justice terhadap Intention to Leave dengan Job Satisfaction sebagai Variabel Mediasi (Study pada PT. BCA Finance Surabaya)
Abstract
Salah satu bentuk perilaku karyawan yang dapat merusak kinerja suatu organisasi adalah turnover yang tinggi dikarenakan memiliki keinginan untuk meningalkan (intention to leave). Intention to leave dapat dipengaruhi oleh organizational justice, dimana karyawan yang tidak mendapatkan keadilan dari organisasi maka cenderung untuk meninggalkan. Beberapa ahli mengemukakan bahwa variabel job satisfaction dapat memediasi hubungan antara organizational justice terhadap intention to leave. Keadilan yang diberikan oleh organisasi dapat menghasilkan presepsi yang baik, misalnya dapat meningkatkan kepuasan kerja, selain itu bagi organisasi juga dapat membentuk loyalitas yang dapat menurunkan tingkat intention to leave. Sehingga keadilan yang diterapkan oleh organisasi dapat memberikan keuntungan. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dari organizational justice terhadap intention to leave yang dimediasi oleh job satisfaction pada karyawan marketing BCA Finance Surabaya. Sampel yang digunakan sebanyak 52 karyawan dengan teknik sample jenuh. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah SEM-PLS dengan mengunakan software SMARTPLS3.3. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan organizational justice berpengaruh positif dan signifikan terhadap job satisfaction, job satisfaction berpegaruh negative signifikan terhadap intention to leave, dan organizational justice berpengaruh negative signifikan terhadap intention to leave dan disimpulkan bahwa job satisfaction berperan sebagai part mediation dalam hubungan antara organizational justice terhadap intention to leave.

