Preferensi Konsumen pada Snack Tradisional Bipang (Studi Kasus Perusahaan Bipang Pak Tani Pasuruan)
Abstract
Adanya pergeseran sikap dan minat masyarakat terhadap snack tradisional karena pengaruh globalisasi dan presepsi bahwa snack tradisional ketinggalan zaman menyebabkan semakin ditinggalkannya snack tradisional ini. Adanya pandemi Covid-19 menambah turunnya pendapatan di banyak sektor usaha termasuk industri makanan dan minuman tradisional. Dampak ini juga dialami Perusahaan Bipang Pak Tani yang sudah ada sejak 1976. Untuk itulah perlu dilakukan suatu cara untuk dapat menarik kembali minat masyarakat akan produk bipang dengan melakukan inovasi rasa, ukuran produk, desain bentuk kemasan dan aksesbilitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap snack tradisional bipang. Atribut yang digunakan adalah rasa (X1), ukuran produk (X2), desain bentuk kemasan (X3) dan aksesbilitas (X4). Masing-masing atribut memiliki dua level. Rasa memiliki level cheese dan BBQ. Ukuran produk memiliki level bite size dan bar size. Desain bentuk kemasan berupa standing pouch with zipper dan sachet. Aksesbilitas memiliki level atribut online dan offline. Penelitian akan dilakukan pada Oktober – November 2022 dengan jumlah sampel sebanyak 400 responden penduduk Surabaya yang dilakukan dengan teknik purporsive sampling dengan membagikan kuesioner. Responden diminta untuk menentukan kombinasi atribut dari yang paling disukai sampai yang tidak disukai. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif menggunakan teknik analisa konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden menyukai produk bipang dengan varian rasa cheese, bite size, desain kemasan standing pouch with zipper dan aksesbilitas secara offline. Berdasarkan faktor nilai kepentingan, urutan variabel yang paling penting bagi responden adalah rasa yang pertama, diikuti aksesbilitas, kemudian ukuran dan desain bentuk kemasan.

