Analisa Ekonomi Proyek Efisiensi Energi Model Bisnis ESCO
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian kelayakan proyek efisiensi energi dengan model bisnis Energy Service Company (ESCO). Model bisnis ESCO mendapat pembayaran jasa setelah melaksanakan serangkaian kegiatan audit energi, desain sistem, implementasi, garansi penghematan, dan dukungan pembiayaan proyek. Model bisnis ESCO menawarkan skema payment from savings dengan variasi shared saving (SS). Skema shared saving secara tidak langsung mengurangi revenue ESCO, dan mempengaruhi durasi feasible proyek. Hal ini berpengaruh terhadap variable kelayakan finansial. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji studi kasus skema shared saving dengan metode analisa ekonomi (economic feasibility study): net present value (NPV), cashflows, dan cost benefit ratio dengan mempertimbangkan risk free return metode capital asset modal (CAPM) dimana nilai risiko mengacu pada industri energi serupa. Metodologi yang digunakan adalah pengumpulan data beban energi costumer, pemodelan, simulasi, analisa data, interpretasi dan kesimpulan. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa durasi kontrak ESCO layak secara ekonomi antara 15-30 tahun, dengan shared saving optimal 5-15%. Namun, dengan mempertimbangkan faktor risiko dan manfaatnya pada aspek praktis, disarankan shared saving maksimal tidak lebih dari 5%. Dengan scenario tersebut, klien minimal mendapat nilai manfaat 4 kali lebih besar dari manfaat yang diperoleh ESCO

