PREFERENSI PROMOSI PADA PAHAM FILM
Abstract
Industri perfilman mengalami perkembangan secara pesat dari awalnya film Amerika yang tayang hingga berhasil membuat film buatan Indonesia sendiri yang mulai ditayangkan. Minat filmmaking di Indonesia pun kian banyak hingga mencapai angka 13 juta orang. Produksi film membutuhkan alat-alat atau biasa disebut film gear yang harganya relatif mahal. Keterbatasan budget membuat peminat filmmaking tidak dapat memproduksi karya film. Paham Film muncul sebagai satu-satunya online shop yang menjual alat-alat khusus film dengan kisaran harga terjangkau. Paham Film mengalami kenaikan omzet setiap kuartalnya disebabkan adanya kegiatan yang terus menerus dilakukan oleh Paham Film yaitu kegiatan promosi. Kegiatan promosi yang telah dilakukan oleh perusahaan yaitu advertising, sales promotion, public relations, direct marketing, personal selling, dan interactive media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi konsumen dari beberapa kegiatan promosi yang telah dilakukan oleh perusahaan guna memotong budget promosi yang terlalu tinggi. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi perusahaan untuk dapat mengetahui kegiatan promosi apa yang paling efektif dan diminati oleh konsumen. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah non probability sampling yaitu purposive sampling dengan pengambilan survey kepada 92 orang. Responden dalam penelitian ini dilakukan kepada konsumen Paham Film yang telah membeli produk lebih dari satu kali dan mengetahui kegiatan-kegiatan promosi yang dilakukan oleh Paham Film. Dalam penelitian ini juga dilakukan dengan wawancara singkat kepada narasumber konsumen Paham Film. Seluruh jawaban hasil survey dalam penelitian ini diolah dengan cara pembobotan yang mendapatkan urutan preferensi mengenai kegiatan promosi yang telah dilakukan. Urutan preferensi yang didapatkan adalah: penggunaan media sosial Instagram, garansi pembelian, website Paham Film, gratis e-book eksklusif setiap pembelian, Instagram advertising, giveaway, penggunaan aplikasi Whatsapp, penggunaan media sosial Tiktok, seminar collaboration, dan blast telegram.

