REPRESENTASI KECANTIKAN PEREMPUAN DALAM FILM "WONDER WOMAN 1984"
Abstract
Film merupakan media komunikasi audio visual yang digemari masyarakat dari berbagai usia dan latar belakang sosial. Film berperan dalam menyebarkan nilai nilai yang akan berdampak pada perspektif dan sikap masyarakat terhadap suatu hal, seperti standar tubuh yang ideal, standar kecantikan, dan lain-lain. Film “Wonder Woman 1984” merupakan salah satu film yang mengandung isu terkait kecantikan perempuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjabarkan bagaimana representasi kecantikan perempuan dalam Film “Wonder Woman 1984”. Representasi melibatkan penggunaan tanda, bahasa, dan gambar yang merepresentasikan suatu hal. Penelitian ini dilakukan untuk menguak kode-kode atau makna tersembunyi mengenai isu kecantikan dalam Film “Wonder Woman 1984”. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi teks. Penelitian ini dianalisis menggunakan metode analisis semiotika Peirce dengan cara menganalisis kode-kode dalam adegan Film “Wonder Woman 1984” yang dianggap mengandung isu kecantikan berdasarkan teori-teori yang telah ditemukan dan membaginya berdasarkan model segitiga semiotika Peirce yang terdiri atas representamen, objek, dan interpretan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa Film “Wonder Woman 1984” ingin menampilkan gambaran kecantikan perempuan berupa warna emas yang dikaitkan dengan kecantikan dan ketangguhan perempuan, penampilan fisik yang merupakan dasar kecantikan perempuan, serta inner beauty yang juga memiliki peran dalam menentukan kecantikan perempuan. Film ini ingin mematahkan anggapan masyarakat tentang perempuan cantik yang dipandang dari keindahan penampilan fisik semata, seperti gaya busana, riasan wajah, bentuk tubuh, warna kulit, dan sebagainya. Padahal, inner beauty, seperti kepribadian, sifat, dan perilaku, serta ketangguhan yang dimiliki seorang perempuan juga dapat menjadi salah satu faktor dalam menyatakan perempuan tersebut cantik. Film ini dapat dijadikan sebagai salah satu pedoman masyarakat dalam menetapkan standar kecantikan yang baik bagi dirinya sendiri maupun dalam memandang orang lain.

