Representasi Hubungan Tidak Sehat dalam Film " Story of Kale " (2020)
Abstract
Saat menjalin hubungan tidak banyak yang sadar bahwa kekerasan saat pacaran merupakan hal yang tidak sehat dalam hubungan, namun meskipun terjadi kekerasan seseorang masih terus mempertahankan hubungannya. Tidak selamanya indah bagaikan kisah cinta negeri dongeng, perspektif tentang hubungan yang tidak sehat direpresentasikan dalam film. Pada tahun 2020 film yang menonjolkan isu hubungan tidak sehat hadir berjudul “Story of Kale: When Someone’s in Love” Film ini adalah film yang diteliti dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan teori representasi yang bertujuan untuk melihat bagaimana hubungan tidak sehat di representasikan dalam film ”Story of Kale”. Analisis dalam penelitian ini menggunakan semiotika John Fiske yaitu kode-kode televisi berupa level realitas, level representasi, dan level ideologi. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Hasil yang di dapatkan dari penelitian ini adalah hubungan tidak sehat. Direpresentasikan oleh karakter Argo dan Dinda. Karakter Argo melakukan kekerasan verbal dan non verbal kepada Dinda sedangkan Dinda saat berpacaran dengan Kale melakukan kekerasan emosional. Melalui level realitas dapat dilihat kepribadian Argo yang kasar dan Dinda yang penakut dalam level representasi menangkap dengan kamera saat terjadi adegan kekerasan. Level ideologi merupakan penarikan kesimpulan dari kedua level tersebut dan dalam level ideologi ditemukan adanya sikap tempramental, abusive, manipulatif, posesif, denial dan gaslighting. Dalam film ini Argo terlihat dominan dalam hubungannya dan Dinda yang selalu menunduk padanya. Setelah putus dari Argo, Dinda menjadi pelaku dari hubungan tidak sehat, hal itu disebabkan karena pengalaman di masa lalunya.

