Analisis Kelayakan Pendirian Usaha Merek Pakaian Berbasis Kain Linen “KIO Studio” Sebagai Bentuk Pengembangan Bisnis Merek “KATO+”
Abstract
KIO Studio adalah merek pakaian berbahan dasar kain linen yang merupakan bentuk pengembangan bisnis merek KATO+. KIO Studio menyasar kelas pasar yang berbeda dengan KATO+ dengan jenis produk yang sama, yaitu atasan, bawahan, tas, dan aksesoris untuk pria dan unisex. Usaha ini merupakan bentuk pengembangan dari bisnis yang sudah ada sehingga perlu dilakukan sebuah studi analisis kelayakan. Pertimbangan studi tersebut adalah aspek pasar, aspek teknis, dan aspek finansial. Data aspek pasar dikumpulkan dengan metode kuesioner dan didapatkan jumlah pasar potensial sebesar 7.858.060 jiwa, pasar tersedia sebesar 6.443.610 jiwa, dan pasar sasaran 0,04% dari pasar tersedia yaitu 2.577 jiwa. Aspek teknis digunakan untuk mengetahui proses bisnis, kebutuhan tenaga kerja, kebutuhan dan biaya investasi serta lokasi usaha. Aspek finansial digunakan untuk mengetahui kelayakan usaha ini. Dari hasil perhitungan didapatkan nilai net present value (NPV) yaitu Rp 1.435.027.611, internal rate of return (IRR) yaitu 11,287%, dan payback period (PBP) yaitu 12 bulan 21 hari. Nilai NPV lebih dari nol, PBP kurang dari periode implementasi, serta IRR lebih dari MARR 10,88%, maka usaha KIO Studio dapat disimpulkan layak untuk didirikan.

