Strategi Aktivisme Merek Untuk Meningkatkan Persepsi Merek: Studi Kasus Aktivisme Lingkungan Pada Manualle
Abstract
Kesadaran masyarakat untuk mulai peduli pada dampak lingkungan melahirkan tuntutan pada industri untuk dapat melakukan aktivitas bisnis yang lebih bertanggung jawab. Tuntutan ini mendorong munculnya aktivisme merek, yakni ketika para pelaku industri mengambil sikap, melibatkan aspirasi konsumen dan melakukan tindakan-tindakan ekonomi yang lebih mempedulikan kepentingan kehidupan bersama selain dari orientasi profit. Dengan memiliki tujuan dan visi brand yang sejalan dengan nilai-nilai yang diyakini masyarakat, maka potensi brand untuk lebih dikenali dan dipersepsikan secara positif akan semakin meningkat. Hingga kemudian persepsi brand yang baik ini berpotensi pula meningkatkan penjualan. Penelitian ini mengambil data kualitatif menggunakan teknik wawancara focus group discussion melalui purposive sampling dengan kuisioner terbuka, untuk menemukan data yang dapat mewakili persepsi masyarakat terhadap aktivisme merek, khususnya aktivisme lingkungan pada brand Manualle. Setelah melakukan tiga sesi FGD, mengolah data primer berupa audio dan video menjadi teks verbatim, melakukan open coding, axial coding dan selective coding menggunakan Atlas.ti, maka analisis penelitian ini menunjukkan bahwa Manualle telah tampak melakukan aktivisme lingkungan dan menjadi brand yang direkomendasikan di Indonesia sebagai salah satu brand dengan visi aktivisme lingkungan yang kuat dan potensial. Partisipan penelitian ini secara lebih lanjut melihat Manualle sebagai brand yang berpotensi, sehingga diharapkan mampu mendorong perubahan di masa mendatang, yang langkah pertamanya dapat dilakukan melalui implementasi manajerial di internal perusahaan, baik dalam aspek pengembangan produk, perluasan aktivisme lingkungan dan pemasaran. Hasil penelitian ini juga menemukan langkah-langkah yang dapat diterapkan sebagai evaluasi dan optimalisasi branding, sehingga kelak brand akan mampu memberi kontribusi perubahan lingkungan yang lebih baik di Indonesia.

