Komunikasi Lintas Agama dalam Program Pilgrimage GKI Citraland Surabaya
Abstract
Indonesia merupakan negara demokratis dengan jumlah penduduk mencapai 270,6 juta. Begitu banyak perbedaan mulai dari suku, ras, bahasa hingga agama. Dalam kehidupan di tengah-tengah perbedaan sering terjadi konflik antarumat beragama yang disebabkan oleh berbagai alasan. Contoh konkrit bisa kita lihat di Indonesia seperti terjadinya kerusuhan massa di Tanjubalai, Sumatera Utara, di mana enam kelenteng dan tiga vihara dibakar dan dirusak oleh warga setempat. Salah satu strategi untuk mengurangi dan mencegah adanya konflik antaragama, ada sebuah gereja di Surabaya Barat yang tiap tahunnya mengadakan program Pilgrimage. Program Pilgrimage menekankan sebuah pendekatan di mana peserta yang ikut akan belajar dan menggali keunikan dari kelompok maupun individu dari agama lain. Agar dapat melakukan sosialisasi dengan agama lain, pola komunikasi antaragama dan budaya telah diaplikasikan kedalam program ini. Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana terjadinya komunikasi lintas agama dalam program Pilgrimage GKI Citraland. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data yaitu wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah program Pilgrimage GKI Citraland Surabaya masih belum secara efektif menjalankan dialog lintas agama. Dialog Lintas agama yang dijalankan dalam Program Pilgrimage masih bersifat interaksi sekali, melainkan belum melakukan dialog lintas agama yang berkelanjutan. Tetapi secara aspek toleransi, Program Pilgrimage sudah dapat menunjukkan sikap toleransi yang baik antarbeda agama.

