| dc.contributor.author | Rafi, Aldinsyah Putra | |
| dc.date.accessioned | 2026-04-27T17:49:03Z | |
| dc.date.available | 2026-04-27T17:49:03Z | |
| dc.date.issued | 2022 | |
| dc.identifier.uri | https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/9370 | |
| dc.description | Diving is one of water sport under the auspices of PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia). Diving is a sport that relies on flexibility and body muscle coordination. Sports will not complete without coach and athlete. Coach and athlete is on of the important thing at sports. Coach have a job to give some instruction and prepare a training program for athlete during training session. Not only coach, athlete have a job to do too. Athlete have to train and finish the training program who already made by coach and have to listen to coach instruction for a better result at competition. But, training program who already well prepared by the coach is still not enough if want to get a perfect result. The interaction that gived by the coach when the coach give an instruction to the athlete has a big affect on the athlete performance during training or competition. Therefore, this study seeks to find out how the communication between coach and athlete can help achieve the goal to winning PON XX Papua. This research was do by descriptive and uses data collection methods by interview and field observation. The results of this study found that interpersonal communication beetween coach and athlete has been working in order to help winning the PON XX Papua. Coach and athlete has been show two-way communication but the coach remains the dominant one. The coach will always aproach for the athlete first. Coach and athlete also do some interaction outside training session. Communication outside of training session is useful as coach approach to athlete. Approching that coach do to athlete can help athlete in their training session because when athlete have a problem outside of training session and its bothering the athlete performance, coach can give some solution to the athlete. The closer coach and athlete are, the easier it is to communicate like the coach and the athlete of East Java Diving Team. They have special codes that make communication easier and make athlete faster to understand the coach instruction. Coach and athlete also demonstrated openness, empathy, supportiveness, positiveness, and equality. However, not all qualities are dominant from the interaction between coach and athlete. | en_US |
| dc.description.abstract | Loncat indah merupakan salah satu olahraga air dibawah naungan PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia) yang gerakannya mengandalkan keluwesan dan koordinasi otot tubuh. Sebuah cabang olahraga tidak akan lengkap jika tidak ada pelatih dan atlet. Pelatih dan atlet menjadi instrumen penting dalam sebuah cabang olahraga yang dipertandingkan. Pada cabang olahraga, pelatih bertugas untuk memberikan instruksi kepada atlet dan membuat program latian untuk atlet lakukan pada saat latihan. Seorang atlet juga memiliki tugasnya sendiri untuk berlatih sesuai program dan instruksi yang diberikan oleh pelatih jika atlet ingin tampil baik pada pertandingan. Namun program latihan yang bagus masih belum cukup untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Interaksi yang dilakukan seorang pelatih saat memberi instruksi kepada atlet juga mempengaruhi performa atlet pada saat berlatih maupun saat bertanding. Oleh karena itu, penelitian ingin mencari tahu bagaimana komunikasi yang dilakukan oleh pelatih dan atlet sehingga dapat memenangkan PON XX Papua. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dan menggunakan metode pengumpulan data dengan wawancara dan observasi lapangan. Pada hasil penelitian ini komunikasi interpersonal antara pelatih dan atlet sudah berjalan dan juga membantu untuk memenangkan PON XX Papua. Pelatih dan atlet menunjukkan komunikasi dua arah namun memang pelatih tetap menjadi yang dominan. Pelatih akan selalu melakukan pendekatan kepada atlet terlebih dahulu. Proses komunikasi antara pelatih dan atlet juga tidak hanya dilakukan pada saat berlatih saja, pelatih dan atlet juga melakukan interaksi diluar latihan. Komunikasi diluar latihan berguna sebagai pendekatan pelatih kepada atlet. Pendekatan ini berguna pada saat berlatih dimana ketika diluar latihan atlet terdapat suatu masalah yang mengganggu kinerja pada saat latihan, pelatih bisa memberikan sebuah solusi kepada atletnya. Karena semakin dekat pelatih dan atlet semakin mudah juga untuk berkomunikasi seperti pada pelatih dan atlet tim Loncat Indah Jawa Timur, mereka memiliki kode-kode khusus yang mempermudah komunikasi dan mempercepat atlet untuk memahami koreksi dari pelatih. Pelatih dan atlet juga telah menunjukkan keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. | en_US |
| dc.language.iso | id | en_US |
| dc.publisher | Universitas Ciputra | en_US |
| dc.subject | Komunikasi Interpersonal | en_US |
| dc.subject | Kualitas Komunikasi Interpersonal | en_US |
| dc.subject | Olahraga | en_US |
| dc.subject | Loncat Indah | en_US |
| dc.subject | Jawa Timur | en_US |
| dc.subject | Interpersonal Communication | en_US |
| dc.subject | Interpersonal Communication Quality | en_US |
| dc.subject | Sports | en_US |
| dc.subject | Diving | en_US |
| dc.subject | East Java | en_US |
| dc.title | Kualitas Komunikasi Interpersonal Antara Pelatih dan Atlet Loncat Indah Jawa Timur dalam Upaya Pemenangan PON XX Papua 2021 | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| dc.identifier.kodeprodi | 70201 | |